Rangkuman Materi IPAS Kelas 3 SD Bab 2 Dahulu, Kini, dan Nanti Kurikulum Merdeka

Dipublikasikan · Oleh AeternaIlmu

Rangkuman IPAS Kelas 3 SD Bab 2 Dahulu, Kini, dan Nanti

Rangkuman IPAS Kelas 3 SD Bab 2 Dahulu, Kini, dan Nanti

Rangkuman IPAS Kelas 3 SD Bab 2 Dahulu, Kini, dan Nanti membahas hubungan antara kehidupan masa lalu, kehidupan masa kini, serta berbagai perubahan yang mungkin terjadi pada masa depan.

Setiap keluarga dan tempat tinggal memiliki cerita masa lalu yang berharga. Kita dapat mengenal sejarah tersebut melalui silsilah keluarga, tradisi, asal-usul daerah, benda lama, cerita orang tua, dan berbagai peninggalan budaya.

Seiring berjalannya waktu, kehidupan masyarakat mengalami perubahan sosial budaya. Perubahan tersebut banyak dipengaruhi oleh perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK), namun kebudayaan dan lingkungan tetap perlu dijaga dengan bijak.

Jenjang: Sekolah Dasar (SD)

Kelas: 3

Mata Pelajaran: Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS)

Materi: Bab 2 Dahulu, Kini, dan Nanti

Kata Kunci Materi

Sejarah, silsilah keluarga, asal-usul, tradisi, perubahan sosial budaya, IPTEK, situs budaya, lingkungan, transportasi, komunikasi, dan masa depan.

1. Silsilah dan Sejarah Keluarga

Sejarah keluarga adalah rangkaian peristiwa penting yang dialami anggota keluarga dari waktu ke waktu.

Keluarga besar terdiri atas kakek, nenek, ayah, ibu, saudara, serta para leluhur yang hidup pada masa sebelumnya.

Untuk mengetahui hubungan antaranggota keluarga, kita dapat membuat silsilah keluarga. Silsilah adalah bagan yang menunjukkan urutan hubungan kekeluargaan dari generasi tertua menuju generasi termuda.

Urutan sederhana silsilah:

Kakek dan Nenek → Ayah dan Ibu → Anak

Setiap daerah juga memiliki sebutan keluarga yang khas. Misalnya, di beberapa daerah kakek atau nenek dapat dipanggil dengan sebutan seperti Opung.

Silsilah keluarga dapat dipajang melalui kegiatan Walking Gallery, yaitu pameran karya kecil di kelas untuk memperlihatkan foto dan catatan sejarah keluarga.

Contoh: Foto kakek dan nenek yang tersimpan di album lama merupakan salah satu jejak sejarah keluarga.

2. Asal-Usul Suku, Bahasa, dan Penamaan Anak

Setiap keluarga memiliki identitas yang unik. Identitas tersebut dapat berupa asal suku bangsa, bahasa daerah, serta tradisi pemberian nama.

Ayah dan ibu dapat berasal dari suku yang berbeda, misalnya Bali, Jawa, atau Batak. Kakek dan nenek juga dapat menggunakan bahasa daerah asal mereka dalam kehidupan sehari-hari.

Tradisi Penamaan Anak dalam Masyarakat Bali

Salah satu contoh tradisi keluarga adalah pemberian nama depan berdasarkan urutan kelahiran anak.

Urutan Anak Nama Depan
Anak pertama Putu atau Gede
Anak kedua Made atau Kadek
Anak ketiga Nyoman
Anak keempat Ketut

Contoh: Dara bernama lengkap Anak Agung Istri Putu Darasari karena ia merupakan anak pertama.

3. Menjaga Tradisi dan Nilai-Nilai Keluarga

Tradisi keluarga adalah kebiasaan baik yang diwariskan oleh leluhur dan dijaga dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Pakaian adat: Keluarga dapat tetap mengenakan pakaian adat ketika menghadiri perayaan atau upacara keagamaan.

Seni tradisional: Anak dapat belajar tarian daerah dari orang tua agar kesenian tidak hilang.

Perpindahan tempat tinggal: Walaupun sebuah keluarga pindah ke kota lain, tradisi keluarga tetap dapat dijaga.

Cerita leluhur: Kisah masa kecil dan perjuangan orang tua membantu anak mengenal sejarah keluarga.

Kebersamaan: Berkumpul bersama keluarga melatih sikap saling menyayangi dan menghormati.

Contoh: Dara tetap berlatih tari Bali bersama ibunya meskipun keluarganya tinggal di Surabaya.

4. Asal-Usul Nama Daerah Tempat Tinggal

Nama suatu daerah sering memiliki cerita asal-usul. Nama tersebut dapat berasal dari tumbuhan, hewan, keadaan alam, maupun suatu peristiwa pada masa lalu.

Asal Nama Gandaria

Daerah Gandaria di Jakarta disebut demikian karena dahulu banyak tumbuh pohon buah gandaria. Buah gandaria memiliki rasa asam manis dan berwarna kuning keemasan ketika matang.

Asal Nama Bandung

Nama Kota Bandung berasal dari kata bandungan yang berarti bendungan air.

Pada masa lalu, letusan Gunung Sunda Purba membendung Sungai Citarum hingga membentuk Danau Bandung Purba.

Untuk mengetahui cerita sebuah daerah, kita dapat bertanya atau melakukan wawancara kepada warga senior yang mengetahui sejarah setempat.

Contoh: Kampung yang dahulu banyak ditumbuhi pohon gandaria kemudian dikenal sebagai kawasan Gandaria.

5. Perubahan Lingkungan Tempat Tinggal dari Masa ke Masa

Lingkungan tempat tinggal selalu mengalami perubahan, baik dalam bentuk fisik maupun suasananya.

Dahulu Sekarang
Banyak kampung hijau, kebun, dan udara sejuk. Banyak gedung tinggi dan jalan raya yang ramai.
Sawah dan kebun masih luas. Banyak lahan berubah menjadi kawasan perumahan.
Pohon khas daerah lebih mudah ditemukan. Beberapa pohon khas semakin jarang ditemukan.

Walaupun lingkungan berubah, nama daerah dapat tetap dipertahankan sebagai pengingat ciri khas tempat tersebut pada masa lalu.

Contoh: Kebun tempat anak-anak dahulu memetik buah gandaria dapat berubah menjadi bangunan modern atau pusat perbelanjaan.

6. Mengenal Perubahan Sosial Budaya dan Penyebabnya

Perubahan sosial budaya adalah perubahan pada cara hidup, kebiasaan, pekerjaan, serta aktivitas masyarakat dari waktu ke waktu.

Kehidupan manusia tidak selalu sama. Perubahan terus terjadi dan salah satu pendorong utamanya adalah perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK).

Cara bekerja: Pekerjaan yang dahulu banyak menggunakan tenaga manusia kini dibantu oleh mesin.

Cara belajar: Siswa sekarang dapat mencari informasi menggunakan internet.

Sikap yang tepat: Kemajuan zaman perlu diterima dengan bijak tanpa meninggalkan kebudayaan bangsa.

Contoh: Penemuan mesin dan telepon pintar mengubah cara manusia bekerja dan berkomunikasi.

7. Perubahan Alat Transportasi, Pakaian, dan Rumah

Perubahan zaman dapat terlihat pada berbagai benda yang digunakan manusia dalam kehidupan sehari-hari.

Aspek Zaman Dahulu Masa Kini
Transportasi Kereta kayu bertenaga hewan seperti kuda. Sepeda motor dan mobil bermesin.
Pakaian Lebih sering menggunakan pakaian tradisional. Lebih banyak menggunakan pakaian modern.
Rumah Dinding anyaman bambu dan atap daun kering. Menggunakan semen dan batu bata.

Contoh: Perjalanan ke luar kota yang dahulu memerlukan waktu berhari-hari kini dapat ditempuh dalam beberapa jam.

8. Perubahan Permainan Anak dan Cara Berkomunikasi

Perkembangan teknologi juga mengubah cara anak bermain dan cara manusia berkomunikasi.

Kegiatan Dahulu Kini
Permainan Petak umpet, kelereng, dan lompat tali. Game online melalui perangkat elektronik.
Komunikasi Surat dikirim melalui kantor pos. Pesan dikirim secara cepat melalui smartphone.
Cara Bergaul Lebih sering bertemu secara langsung. Banyak berkomunikasi melalui media sosial.

Contoh: Dahulu orang dapat mengantre di wartel untuk menelepon. Sekarang komunikasi dapat dilakukan melalui smartphone.

9. Manfaat Perubahan dan Alasan Mempertahankan Tradisi

Perubahan teknologi memberi banyak manfaat bagi kehidupan manusia. Namun, tidak semua kebiasaan lama harus ditinggalkan.

Memudahkan pekerjaan: Mesin membantu manusia menyelesaikan tugas berat.

Menghemat waktu: Pekerjaan dapat selesai lebih cepat.

Meningkatkan hasil: Alat modern dapat menghasilkan barang dalam jumlah lebih banyak.

Beberapa cara tradisional tetap perlu dipertahankan jika bermanfaat bagi lingkungan. Salah satunya adalah penggunaan jala untuk menangkap ikan.

Jala tradisional dapat membantu nelayan memilih ikan yang lebih besar dan mengurangi risiko kerusakan terumbu karang serta habisnya benih ikan.

Contoh: Kakek tetap menggunakan jala tradisional agar ikan kecil dapat terus tumbuh dan ekosistem laut tetap terjaga.

10. Mengenal Situs Budaya dan Memprediksi Masa Depan

Situs budaya adalah lokasi atau bangunan peninggalan sejarah yang memiliki nilai penting bagi masyarakat dan bangsa.

Monumen Bajra Sandhi

Monumen Bajra Sandhi berada di Bali dan digunakan untuk mengenang perjuangan rakyat melawan pasukan penjajah.

Museum Soekarno di NTT

Museum Soekarno di Nusa Tenggara Timur menyimpan berbagai benda kenangan Presiden Ir. Soekarno ketika tinggal di wilayah tersebut.

Situs budaya perlu dijaga agar masyarakat tidak melupakan jasa para pahlawan dan sejarah bangsa.

Setelah memahami masa lalu dan masa kini, siswa juga dapat membuat surat prediksi tentang teknologi yang mungkin digunakan 10 tahun mendatang.

Contoh: Kunjungan ke Museum Soekarno dapat membantu siswa memahami kegigihan perjuangan pahlawan kemerdekaan.

Rumus dan Fakta Penting

Urutan Nama Anak Suku Bali:
Anak 1 (Putu/Gede) → Anak 2 (Made/Kadek) → Anak 3 (Nyoman) → Anak 4 (Ketut)

Faktor Penyebab Perubahan Sosial:
Waktu + Perkembangan IPTEK = Perubahan Sosial Budaya

Istilah Penting

Silsilah: Bagan urutan keturunan atau hubungan kekeluargaan dari masa ke masa.

Leluhur: Nenek moyang atau anggota keluarga terdahulu yang hidup pada masa lalu.

Perubahan Sosial Budaya: Pergeseran cara hidup, kebiasaan, dan alat masyarakat dari waktu ke waktu.

IPTEK: Singkatan dari Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang membantu memberikan kemudahan dalam kehidupan manusia.

Situs Budaya: Bangunan atau tempat peninggalan sejarah yang memiliki nilai budaya.

Walking Gallery: Kegiatan pameran kecil di kelas untuk memajang dan menceritakan karya siswa.

Miskonsepsi yang Sering Terjadi

Keliru: Semua perubahan zaman selalu berdampak buruk bagi kebudayaan asli kita.

Benar: Kemajuan teknologi juga membawa manfaat positif, misalnya memudahkan dan mempercepat pekerjaan manusia.

Keliru: Semua alat tradisional harus dibuang karena dianggap sudah tertinggal.

Benar: Beberapa cara tradisional seperti penggunaan jala ikan tetap dapat dipertahankan karena membantu menjaga lingkungan.

Kesimpulan dan Poin Penting

1. Setiap keluarga memiliki silsilah dan asal-usul sejarah yang unik untuk dipelajari.

2. Perubahan sosial budaya terjadi di masyarakat dan dipengaruhi oleh perkembangan IPTEK.

3. Teknologi perlu digunakan secara bijak tanpa merusak ekosistem alam atau meninggalkan kebudayaan yang baik.

4. Situs budaya dan tempat bersejarah perlu dijaga agar cerita perjuangan masa lalu tetap dikenal oleh generasi berikutnya.

Contoh Soal Latihan IPAS Kelas 3 Bab 2

  1. Apa yang dimaksud dengan silsilah keluarga?
  2. Sebutkan sebutan nama depan untuk anak pertama dalam tradisi masyarakat Bali!
  3. Mengapa kota Bandung diberi nama demikian berdasarkan asal-usul penamaannya?
  4. Dari nama apakah daerah Gandaria di Jakarta mendapatkan nama tempatnya?
  5. Sebutkan satu faktor utama yang menyebabkan terjadinya perubahan sosial budaya!
  6. Bedakan alat transportasi masyarakat pada zaman dahulu dengan zaman sekarang!
  7. Bagaimana perbedaan bahan pembuatan rumah zaman dahulu dibandingkan dengan rumah masa kini?
  8. Sebutkan tiga dampak positif dari adanya perubahan sosial dan kemajuan teknologi!
  9. Mengapa Kakek tetap memilih menangkap ikan di laut menggunakan jala tradisional?
  10. Apa fungsi didirikannya Monumen Bajra Sandhi di Provinsi Bali?

Refleksi Diri

[ ] Saya sudah memahami bagan silsilah dan asal-usul keluarga saya sendiri.

[ ] Saya dapat menceritakan perubahan cara hidup masyarakat dari zaman dahulu ke masa sekarang.

[ ] Saya tahu pentingnya menjaga kelestarian alam dan merawat tempat bersejarah di sekitar tempat tinggal.

Pusat Unduhan Materi

Pilih salah satu server download di bawah ini untuk mengunduh dokumen rangkuman lengkap:

Server 1 • Google Drive (Rekomendasi)
Download via Google Drive

Klik untuk memulai proses verifikasi link

Server 2 • Mega.nz (Alternatif)
Download via Mega

Klik untuk memulai proses verifikasi link

Server 3 • MediaFire (Alternatif)
Download via MediaFire

Klik untuk memulai proses verifikasi link

Semoga rangkuman IPAS Kelas 3 SD Bab 2 Dahulu, Kini, dan Nanti ini membantu siswa memahami sejarah keluarga, asal-usul daerah, perubahan kehidupan masyarakat, perkembangan IPTEK, serta pentingnya menjaga tradisi, lingkungan, dan situs budaya.

Label materi ini:
☰ Lihat pusat seri materi